Powered by Blogger.

Friday, September 27, 2019

Penyakit yang Perlu Dirujuk ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Hematologi dan Onkologi Medik)


Saat mengalami sakit, langkah tepat yang harus dilakukan adalah berobat. Berobat ke rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya biasanya akan dihadapkan pada dokter yang bertugas untuk mendiagnosis, memeriksa, dan memberikan pengobatan demi kesembuhan. Untuk beberapa kondisi, penanganan penyakit pada pasien biasanya dilakukan oleh dokter umum. Namun untuk beberapa penyakit ada yang memerlukan penanganan khusus dari dokter spesialis. Terutama untuk jenis penyakit dalam, perlu dokter spesialis untuk menanganinya. Dokter spesialis penyakit dalam terbagi menjadi beberapa macam, tergantung dari jenis penyakit yang ditangani. Salah satu yang perlu Anda ketahui adalah dokter spesialis penyakit dalam (hematologi dan onkologi medik).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Hematologi dan Onkologi Medik)

Dokter spesialis penyakit dalam ini bertugas menangani berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan darah, organ limpa, dan berbagai jenis penyakit kanker. Sebenarnya antara hematologi dan onkologi merupakan dua ilmu kesehatan yang berbeda. Dimana hematologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang darah, termasuk komponen darah dan segala permasalahan yang berkaitan dengan darah. Sedangkan untuk onkologi adalah bidang khusus yang menangani pencegahan dan pengobatan kanker. Onkologi klinis terbagi dalam 3 bidang, yaitu onkologi bedah, onkologi medis, dan onkologi radiasi. Dalam beberapa kasus, hematologi dan onkologi sering dianggap sama karena keduanya memang bekerja sama dalam mendiagnosa dan menentukan pengobatan yang tepat pada pengidap kanker darah.

Untuk beberapa jenis penyakit yang di diagnosa oleh dokter spesialis penyakit dalam (hematologi dan onkologi medik), antara lain:

1. Kanker darah.
Untuk contoh kanker darah yang termasuk diantarnya, seperti leukimia, limfoma, dll. Leukimia merupakan kanker yang menyerang sel-sel darah putih atau leukosit. Sedangkan untuk limfoma merupakan kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan kelenjar getah bening atau kelenjar limfe di seluruh tubuh.

2. Gangguan pendarahan.
Salah satu contoh gangguan pendarahan adalah penyakit hemofilia. Hemofilia merupakan gangguan pada sistem pembekuan darah, sehingga saat mengalami luka akan terjadi pendarahan yang berlangsung lebih lama dibandingkan saat kondisi normal.

3. Kelainan darah yang disebabkan oleh faktor genetik.
Salah satu contohnya adalah penyakit anemia sel sabit. Penyakit ini merupakan kelainan darah yang diwariskan, ditandai dengan hemoglobin yang rusak. Pada kondisi ini sel darah merah berbentuk bulan sabit, dimana pada kondisi normal harusnya berbentuk bulat-bulat.

4. Kondisi autoimun.
Contohnya seperti penyakit thalassemia dan vaskulitis. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan dari orang tua, dimana kelainan ini menyebabkan penderitanya mengalami kekurangan darah atau anemia. Akibatnya penderita akan mengeluh cepat lelah, mudah mengantuk, dan sesak napas. Sedangkan untuk penyakit vaskulitis merupakan peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah. Perubahan yang terjadi, seperti penebalan, penyempitan, pelemahan, dan munculnya bekas luka.

5. Gangguan obstruktif.
Untuk contohnya, seperti penyakit trombosis vena dalam dan tromboemboli arteri. Trombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) merupakan kondisi terjadinya penggumpalan darah pada satu pembuluh darah vena dalam.

6. Infeksi darah sistematik.
Penyakit yang juga ditangani oleh spesialis penyakit dalam (hematologi dan onkologi medik) adalah infeksi darah medik. Beberapa contoh penyakit yang termasuk di dalamnya, seperti sepsis atau syok septik. Sepsis merupakan kondisi serous yang harus segera mendapatkan penanganan medis dan sering dikenal dengan “keracunan darah”. Sepsis merupakan respon mematikan dari sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi atau cedera. Racun dari bakteri ini bisa menyerang fungsi berbagai organ vital, seperti tekanan darah, mengubah suhu tubuh, mengubah denyut jantung, dll.

0 comments:

Post a Comment